HARI 1 JAKARTA-HONGKONG-BEIJING
Ahad pagi pesawat cathay pasific berangkat dari bandara sukarno hatta pukul 8.40. Seperti biasa rasa nervous melanda ketika pesawat mulai bergerak. Tasbih,tahmid,takbir dan segala macam doa terucap dari bibirku. Hingga ketinggian ribuan kaki di atas awan, makin terasa kagum diri ini atas maha besarnya Allah,maha baiknya yg dengan mudah memperjalankan manusia yang kecil ini.. Terbang, spt burung2 dengan sayapnya yg kokoh..makin terasa dekaaat dengan Allah..merasakan kasih sayangNYA.. dari jendela pesawat,yg terlihat hanya awan putih bersih, membentuk aneka ragam lukisan indah tiada tara..
Perjalanan dari jakarta jam 8.40 tiba di bandara hongkong pk 14.30, kami akan transit,ganti pesawat domestiknya china "Dragonair" utk menuju Beijing. Sempat ada kejadian yang membuat proses screening di imigrasi Hongkong kemudian agak lama buat kami, saya dengan tas jinjing saya di periksa dengan ketat tersendiri,di tanya-tanya pake bahasa inggris dengan logat chinanya..eh..saya udah kelar ganti suamiku di datangi petugas imigrasi karena kedapatan foto-foto di keimigrasian..jadilah suamiku di pandu untuk nge-delete" foto2nya yang di imigrasi bandara.
Alhamdulillah proses imigrasi yang cukup ketat selesai,kami keliling2 bandara hongkong yg megah, sekalian sholat jama qoshor dhuhur dengan ashar. Ternyata tidak sulit untuk menemukan tempat sholat, karena itu yang menjadi kekhawatiran kami ketika di indonesia, ada nggak sih..tempat sholat di bandara internasional kaya gitu dengan penduduk yang mayoritas agamanya bukan Islam. Prayer room kami dapatkan justru secara tidak sengaja ketika kami selesai bersih2 di toilet, rencananya mau langsung ke gate tempat boarding pesawat yg ke beijing..saat berjalan menuju ke sana itulah kami menemukan "prayer room" Alhamdulillah,..seperti menemukan sesuatu yang di rindukan..satu kesimpulan yang saya dapat, kalau kita niat untuk selalu dekat dg Allah, Allah akan dekaaaat dengan kita. Kekhawatiran itu di jawab semua dengan sangat mudah..
Dragonair take off jam 16.50 dan sampai di Bandara Beijing jam 20.10. Suhu udara beijing yg dingin langsung wuuzz...menyapu wajah kami. Suhu udara menunjukkan 10 derajat celcius..
Dari bandara kami di jemput guide kami yg bernama Michael..si michael ini keren banget, walaupun bukan muslim tapi dia fasih memberitahu kami bahwa karena kita musafir maka sholat boleh di jama ta'khir jama takdim,dia juga yg memberitahu arah kiblat sholat ketika sampe di hotel. Kami menginap di "Rosdale" Hotel.
Malam itu kami tidur pulas,di kamar hotel yg nyaman,dg pengatur udara hangat sehingga udara dingin beijing yang menggigit terusir,setelah menempuh perjalanan seharian penuh.
Alhamdulillah proses imigrasi yang cukup ketat selesai,kami keliling2 bandara hongkong yg megah, sekalian sholat jama qoshor dhuhur dengan ashar. Ternyata tidak sulit untuk menemukan tempat sholat, karena itu yang menjadi kekhawatiran kami ketika di indonesia, ada nggak sih..tempat sholat di bandara internasional kaya gitu dengan penduduk yang mayoritas agamanya bukan Islam. Prayer room kami dapatkan justru secara tidak sengaja ketika kami selesai bersih2 di toilet, rencananya mau langsung ke gate tempat boarding pesawat yg ke beijing..saat berjalan menuju ke sana itulah kami menemukan "prayer room" Alhamdulillah,..seperti menemukan sesuatu yang di rindukan..satu kesimpulan yang saya dapat, kalau kita niat untuk selalu dekat dg Allah, Allah akan dekaaaat dengan kita. Kekhawatiran itu di jawab semua dengan sangat mudah..
Dragonair take off jam 16.50 dan sampai di Bandara Beijing jam 20.10. Suhu udara beijing yg dingin langsung wuuzz...menyapu wajah kami. Suhu udara menunjukkan 10 derajat celcius..
Dari bandara kami di jemput guide kami yg bernama Michael..si michael ini keren banget, walaupun bukan muslim tapi dia fasih memberitahu kami bahwa karena kita musafir maka sholat boleh di jama ta'khir jama takdim,dia juga yg memberitahu arah kiblat sholat ketika sampe di hotel. Kami menginap di "Rosdale" Hotel.
Malam itu kami tidur pulas,di kamar hotel yg nyaman,dg pengatur udara hangat sehingga udara dingin beijing yang menggigit terusir,setelah menempuh perjalanan seharian penuh.
HARI KE 2
Subuh di beijing jam 5.30, kami bangun sholat subuh,mandi dan turun ke restoran hotel untuk sarapan. Di lantai dasar dekat lobby hotel ada 2 restoran, yang satu menyediakan makanan halal tempat kami org-org muslim sarapan dan satunya lagi yang menghidangkan makanan non halal. Pantas saja yg terlihat makan di restoran halal ini adalah kami orang-orang muslim melayu (Indonesia, malaysia, singapura), orang-orang arab dan beberapa orang yahudi/jews, terlihat dari semacam peci kecil yang menutupi kepala bagian atas belakang,dan perempuan yang memakai kalung dengan liontin bintang daud. Selesai sarapan jam 8 tepat,segera mulai city tour kami, dengan mengendarai mobil minibus. Menyusuri sudut-sudut jalanan beijing mata kami di manjakan dengan tata kota yg rapi, bersih,teratur.
Tujuan tour yg pertama adalah lapangan Tian An Men,di sini pernah terjadi peristiwa yang menjadi catatan sejarah yaitu demonstrasi tahun 1989 yang kemudian berakhir dengan peristiwa berdarah insiden tian an men,
Peristiwa ini merupakan potret buram demokrasi di china. Penjagaan di sini cukup ketat oleh petugas kepolisian beijing, banyak turis-turis dari berbagai negara dan domestik yang berfoto-foto di lapangan ini. Konon orang china sendiri wajib hukumnya sekali dalam hidupnya harus datang ke lapangan ini utk berfoto bersama gambar besar Mao Zedong yg terpampang di bangunan yang merupakan Mausoleum ketua Mao. Di bangunan ini, jenazah ketua Mao Zedong di awetkan di dalam kotak kaca. Bagi orang china, Mao Zedong adalah "dewa".
Setelah puas foto-foto di sini, kami segera menuju ke "Forbidden City" atau istana kaisar china. Perlu di ketahui dulu bentuk negara china adalah kekaisaran. Sejak ribuan tahun yang lalu china di pimpin oleh kaisar. Sun Yat sen membawa perubahan dari kekaisaran menjadi republik. Dengan kaisar terakhir yaitu kaisar dari dinasti Qing. Pada 12 maret 1912 republik china di dirikan dengan Sun Yat Sen sebagai presiden pertamanya.
Sejak menjadi republik, tepatnya tahun 1916-1928,terjadi konflik berkepanjangan antara panglima-panglima perang. Sebagian besar china,waktu itu dipersatukan di bawah Kuomintang pimpinan Chiang Kai Shek. Sementara Partai komunis china yang berhaluan komunis mulai menancapkan pengaruhnya dan menjadi pesaing utama kuomintang dan menimbulkan perang saudara. Konflik antara partai-partai di china berakhir secara tak resmi dengan pengunduran diri Kuomintang di bawah Chiang Kai Shek ke Taiwan pada tahun 1949 dan menjadikan partai komunis china sebagai penguasa tunggal. Sampai sekarang pemerintah yang memerintah Taiwan masih menggunakan nama resmi "Republik China" walaupun secara umum di kenal dengan nama Taiwan.
Saat ini istana kaisar menjadi situs yang di lindungi oleh pemerintahan china. Keaslian sangat nampak di sini. Melihat istana yang luasnya 70 ha lebih membuat saya terlempar ke masa-masa kekaisaran dulu..yang sering saya lihat di film-film. Ada 9 pintu yang di lengkapi dengan benteng pertahanan yang kokoh. Di tengah-tengah komplek bangunan yaitu di pintu yg ke 4 di situlah ada istana utama, atau balairung istana. Di sinilah acara-acara penting istana di gelar. Kaisar sendiri bertempat tinggal di bagian bangunan dari pintu ke 7. Di sini pengunjung tidak di perbolehkan masuk. Karena di khawatirkan akan merusak lantai atau apapun yg ada di dalamnya, karena umurnya sudah ribuan tahun.Bangunan di tutup karena semua di biarkan asli bahkan singgasana kaisarpun masih utuh yang bisa kami lihat dari kaca jendela bangunan..
Di belakang masih ada dua pintu masuk yaitu bangunan tempat permaisuri dan selir-selirnya. Konon selir-selir kaisar menjcapai 3 ribu..
Di belakang istana permaisuri ada taman keluarga kaisar. Di sini benar-benar terasa kekunoan kekaisaran china yg aman terpelihara..banyak pohon cemara yang umurnya mecapai ribuan tahun..selain itu juga pahatan batu gunung berbentuk artistik menghiasi sudut-sudut taman..
Dari forbidden city, kami melanjutkan city tour ke "tibetian medical spa". Ini adalah pusat pengobatan tibet yang terkenal di beijing. Orang beijing sangat peduli dengan kesehatan. Kalau di Indonesia mereka makan, yang ada di pikirannya adalah enak apa nggak??kalau orang beijing atau tiongkok pada umumnya yang pertama ada di pikiran mereka adalah sehat apa nggak? Makanya di sana jarang orang gendut2, perutnya buncit kebanyakan lemak..
Teknik pengobatan tibet sangat bertolak belakang dengan pengobatan barat. Bahkan mereka anti pengobatan barat. Satu kali kita minum obat dari sistem barat dengan bahan kimia maka satu tahun berkurang umur mereka, begitu prinsip mereka. Katanya banyak pejabat penting di Indonesia yg berobat di sini salah satunya ibu Megawati.Mereka benar-benar mengandalkan herbal, tanaman dan tumbuhan yang ada di alam mereka.
Dari tibetian medical spa, kami makan siang di xin jiang restoran muslim. Untuk perkara makanan,harus berhati-hati benar di beijing ini. Seratus persen haram..hanya restoran yang berlisensi halal saja kita berani makan. Bahkan di pesawat domestik yang kami tumpangi dari hongkong ke beijingpun menu makannya ada pork-nya..alhasil kami tidak makan menu yang di sediakan di pesawat. Kami hanya minta jus apel kemasan saja. Bahkan lucunya lagi, di restoran yg muslimpun tetap di jual minuman keras, karena konsumsi alkohol di beijing ini nomor satu, untuk penghangat badan katanya,di sebabkan cuaca yg dingin.
Setelah makan siang kami menunaikan sholat dhuhur di jama dengan ashar di masjid Niujie. Masjid niujie ini masjid yang sangat bersejarah. Umurnya sudah 1000 th lebih.
Areal masjid cukup luas, karena jamaah laki-laki terpisah dengan jamaah perempuan,dengan bangunan yg berbeda pula. Interior dan eksterior masjid khas dengan ornamen tiongkok.
Setelah sholat kami menuju jin sha theater utk menyaksikan akrobat show. Orang-orang china terkenal dengan ilmu beladiri yang mengharuskan fokus,konsentrasi penuh. Hampir semua atraksi akrobat di sini menuntut konsentrasi dan fokus total. Alhasil membuat kami takjub dan bertepuk tangan. Acungkan 4 jempol deh buat pemain akrobatnya.
Selesai di jin sha theater hari sudah malam. Perut juga telah lapar menahan udara dingin yang waktu itu sudah di bawah 10 derajat.
Makan malam hari ini benar2 special, di sebuah restoran halal, lidah kami di manjakan dg masakan bebek peking khas asli tiongkok,..kami tidak perlu ragu karena restorannya sudah mendapat lisensi halal. Selesai makan selesai pula city tour hari ini, kami segera balik ke hotel utk istirahat. Alhamdulillah.
Subuh di beijing jam 5.30, kami bangun sholat subuh,mandi dan turun ke restoran hotel untuk sarapan. Di lantai dasar dekat lobby hotel ada 2 restoran, yang satu menyediakan makanan halal tempat kami org-org muslim sarapan dan satunya lagi yang menghidangkan makanan non halal. Pantas saja yg terlihat makan di restoran halal ini adalah kami orang-orang muslim melayu (Indonesia, malaysia, singapura), orang-orang arab dan beberapa orang yahudi/jews, terlihat dari semacam peci kecil yang menutupi kepala bagian atas belakang,dan perempuan yang memakai kalung dengan liontin bintang daud. Selesai sarapan jam 8 tepat,segera mulai city tour kami, dengan mengendarai mobil minibus. Menyusuri sudut-sudut jalanan beijing mata kami di manjakan dengan tata kota yg rapi, bersih,teratur.
Tujuan tour yg pertama adalah lapangan Tian An Men,di sini pernah terjadi peristiwa yang menjadi catatan sejarah yaitu demonstrasi tahun 1989 yang kemudian berakhir dengan peristiwa berdarah insiden tian an men,
Peristiwa ini merupakan potret buram demokrasi di china. Penjagaan di sini cukup ketat oleh petugas kepolisian beijing, banyak turis-turis dari berbagai negara dan domestik yang berfoto-foto di lapangan ini. Konon orang china sendiri wajib hukumnya sekali dalam hidupnya harus datang ke lapangan ini utk berfoto bersama gambar besar Mao Zedong yg terpampang di bangunan yang merupakan Mausoleum ketua Mao. Di bangunan ini, jenazah ketua Mao Zedong di awetkan di dalam kotak kaca. Bagi orang china, Mao Zedong adalah "dewa".
Setelah puas foto-foto di sini, kami segera menuju ke "Forbidden City" atau istana kaisar china. Perlu di ketahui dulu bentuk negara china adalah kekaisaran. Sejak ribuan tahun yang lalu china di pimpin oleh kaisar. Sun Yat sen membawa perubahan dari kekaisaran menjadi republik. Dengan kaisar terakhir yaitu kaisar dari dinasti Qing. Pada 12 maret 1912 republik china di dirikan dengan Sun Yat Sen sebagai presiden pertamanya.
Sejak menjadi republik, tepatnya tahun 1916-1928,terjadi konflik berkepanjangan antara panglima-panglima perang. Sebagian besar china,waktu itu dipersatukan di bawah Kuomintang pimpinan Chiang Kai Shek. Sementara Partai komunis china yang berhaluan komunis mulai menancapkan pengaruhnya dan menjadi pesaing utama kuomintang dan menimbulkan perang saudara. Konflik antara partai-partai di china berakhir secara tak resmi dengan pengunduran diri Kuomintang di bawah Chiang Kai Shek ke Taiwan pada tahun 1949 dan menjadikan partai komunis china sebagai penguasa tunggal. Sampai sekarang pemerintah yang memerintah Taiwan masih menggunakan nama resmi "Republik China" walaupun secara umum di kenal dengan nama Taiwan.
Saat ini istana kaisar menjadi situs yang di lindungi oleh pemerintahan china. Keaslian sangat nampak di sini. Melihat istana yang luasnya 70 ha lebih membuat saya terlempar ke masa-masa kekaisaran dulu..yang sering saya lihat di film-film. Ada 9 pintu yang di lengkapi dengan benteng pertahanan yang kokoh. Di tengah-tengah komplek bangunan yaitu di pintu yg ke 4 di situlah ada istana utama, atau balairung istana. Di sinilah acara-acara penting istana di gelar. Kaisar sendiri bertempat tinggal di bagian bangunan dari pintu ke 7. Di sini pengunjung tidak di perbolehkan masuk. Karena di khawatirkan akan merusak lantai atau apapun yg ada di dalamnya, karena umurnya sudah ribuan tahun.Bangunan di tutup karena semua di biarkan asli bahkan singgasana kaisarpun masih utuh yang bisa kami lihat dari kaca jendela bangunan..
Di belakang masih ada dua pintu masuk yaitu bangunan tempat permaisuri dan selir-selirnya. Konon selir-selir kaisar menjcapai 3 ribu..
Di belakang istana permaisuri ada taman keluarga kaisar. Di sini benar-benar terasa kekunoan kekaisaran china yg aman terpelihara..banyak pohon cemara yang umurnya mecapai ribuan tahun..selain itu juga pahatan batu gunung berbentuk artistik menghiasi sudut-sudut taman..
Dari forbidden city, kami melanjutkan city tour ke "tibetian medical spa". Ini adalah pusat pengobatan tibet yang terkenal di beijing. Orang beijing sangat peduli dengan kesehatan. Kalau di Indonesia mereka makan, yang ada di pikirannya adalah enak apa nggak??kalau orang beijing atau tiongkok pada umumnya yang pertama ada di pikiran mereka adalah sehat apa nggak? Makanya di sana jarang orang gendut2, perutnya buncit kebanyakan lemak..
Teknik pengobatan tibet sangat bertolak belakang dengan pengobatan barat. Bahkan mereka anti pengobatan barat. Satu kali kita minum obat dari sistem barat dengan bahan kimia maka satu tahun berkurang umur mereka, begitu prinsip mereka. Katanya banyak pejabat penting di Indonesia yg berobat di sini salah satunya ibu Megawati.Mereka benar-benar mengandalkan herbal, tanaman dan tumbuhan yang ada di alam mereka.
Dari tibetian medical spa, kami makan siang di xin jiang restoran muslim. Untuk perkara makanan,harus berhati-hati benar di beijing ini. Seratus persen haram..hanya restoran yang berlisensi halal saja kita berani makan. Bahkan di pesawat domestik yang kami tumpangi dari hongkong ke beijingpun menu makannya ada pork-nya..alhasil kami tidak makan menu yang di sediakan di pesawat. Kami hanya minta jus apel kemasan saja. Bahkan lucunya lagi, di restoran yg muslimpun tetap di jual minuman keras, karena konsumsi alkohol di beijing ini nomor satu, untuk penghangat badan katanya,di sebabkan cuaca yg dingin.
Setelah makan siang kami menunaikan sholat dhuhur di jama dengan ashar di masjid Niujie. Masjid niujie ini masjid yang sangat bersejarah. Umurnya sudah 1000 th lebih.
Areal masjid cukup luas, karena jamaah laki-laki terpisah dengan jamaah perempuan,dengan bangunan yg berbeda pula. Interior dan eksterior masjid khas dengan ornamen tiongkok.
Setelah sholat kami menuju jin sha theater utk menyaksikan akrobat show. Orang-orang china terkenal dengan ilmu beladiri yang mengharuskan fokus,konsentrasi penuh. Hampir semua atraksi akrobat di sini menuntut konsentrasi dan fokus total. Alhasil membuat kami takjub dan bertepuk tangan. Acungkan 4 jempol deh buat pemain akrobatnya.
Selesai di jin sha theater hari sudah malam. Perut juga telah lapar menahan udara dingin yang waktu itu sudah di bawah 10 derajat.
Makan malam hari ini benar2 special, di sebuah restoran halal, lidah kami di manjakan dg masakan bebek peking khas asli tiongkok,..kami tidak perlu ragu karena restorannya sudah mendapat lisensi halal. Selesai makan selesai pula city tour hari ini, kami segera balik ke hotel utk istirahat. Alhamdulillah.
HARI KE 3
Setelah makan pagi di hotel, kami berangkat mengunjungi great wall (ju yong guan section). Di perjalan sebelum sampai di great wall kita mampir ke jade gallery. Di sinilah merupakan pusat pengasahan batu giok terbesar di tiongkok. Bagi orang china, batu giok sangat berharga. Makin lama di simpan makin bagus warnanya, makin mahal pula harganya. Saya yang tidak suka dengan segala macam barang seperti itu, hanya lihat-lihat dan tidak tertarik untuk membeli..(He..he..lagian harganya itu lho kok gak realistis blas..batu kok harganya puluhan sampai ratusan juta..walaupun ada yg puluhan yuan yang kalau di rupiahkan sekitar 100 ribu, tapi.... teuteup gak berminat.)
Dari jade gallery perjalanan lanjut ke great wall. Sampai di great wall suhu sudah menunjukkan di bawah 5 derajat. Tangan dan kaki kami serasa beku.seperti habis megang es batu. Anginpun cukup kencang sehingga makin membuat udara dingin serasa menusuk ke jaringan kulit. Walaupun matahari bersinar terang tetapi hawa dingin di sini benar-benar luar biasa. Padahal ini belum musim salju. Musim salju baru akan datang bulan Desember. Tetapi aroma musim dingin sudah tercium dengan jelas. Daun-daun sudah berguguran. Saya yang belum pernah melihat dan berada di negeri 4 musim takjub,kagum akan kebesaran Allah..Pohon-pohon dengan daun aneka warna kuning, merah, hijau berguguran,seakan2 mereka juga bertasbih memuji Allah, dan memang begitu pula adanya....
Great wall ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Dan unesco menetapkan sebagai warisan dunia yg di lindungi. Panjang great wall mencapai 6300 km. Dulu great wall di bangun kaisar china untuk menahan serangan pasukan mongolia yang akan menyerang kekaisaran. Melihat dari dekat serta menyentuh dan mengamati struktur temboknya, lagi-lagi membuat saya berdecak,...bener-bener terbuat dari lempengan batu gunung yang di potong sebesar batu bata merah dan di susun serta di rekatkan seperti kalau membuat tembok rumah yang sering kita saksikan di Indonesia...saya membayangkan bagaimana dulu orang-orang tiongkok ini ketika membangun dengan alam yang begitu keras..pasti banyak jatuh korban di sini..
Selesai mengunjungi great wall kami makan siang dan sholat dhuhur di restoran halal. Lagi2 menunya sangat istimewa..restorannya sangat bersih,mushola yang ada di dalamnya juga bersih, nyaman untuk sholat. Di tempok restoran di pajang foto chef resto dengan Aa Gym yang juga pernah berkunjung ke resto ini.
Setelah ishoma,perjalanan di lanjutkan ke bao shu tang sci tech pharmaceutical. Bao shu tang adalah pabrik pembuatan obat herbal china yg di kelola resmi oleh pemerintah. Di sini saya membeli koyo china yang terkenal dengan bau khas rempah2 tiongkok, juga membeli essence silk protein semacem moisturizer dan sun protection untuk wajah. Katanya bahannya dari ekstrak protein ulat sutra dan minyak bunga mawar..jadi aman di pake.
Dari Bau shu tang, perjalanan di lanjutkan shopping suvenir dan pernak pernik khas china yang kami beli untuk oleh-oleh. Harganya lumayan murah. Selesai belanja kami segera melanjutkan dengan makan malam di restoran halal.
Malam ini menunya rebus-rebusan ala steam boat. Selesai makan, kami segera balik ke hotel untuk istirahat..Alhamdulillah...
Selesai mengunjungi great wall kami makan siang dan sholat dhuhur di restoran halal. Lagi2 menunya sangat istimewa..restorannya sangat bersih,mushola yang ada di dalamnya juga bersih, nyaman untuk sholat. Di tempok restoran di pajang foto chef resto dengan Aa Gym yang juga pernah berkunjung ke resto ini.
Setelah ishoma,perjalanan di lanjutkan ke bao shu tang sci tech pharmaceutical. Bao shu tang adalah pabrik pembuatan obat herbal china yg di kelola resmi oleh pemerintah. Di sini saya membeli koyo china yang terkenal dengan bau khas rempah2 tiongkok, juga membeli essence silk protein semacem moisturizer dan sun protection untuk wajah. Katanya bahannya dari ekstrak protein ulat sutra dan minyak bunga mawar..jadi aman di pake.
Dari Bau shu tang, perjalanan di lanjutkan shopping suvenir dan pernak pernik khas china yang kami beli untuk oleh-oleh. Harganya lumayan murah. Selesai belanja kami segera melanjutkan dengan makan malam di restoran halal.
Malam ini menunya rebus-rebusan ala steam boat. Selesai makan, kami segera balik ke hotel untuk istirahat..Alhamdulillah...
HARI KE 4
Seperti biasa setelah sarapan, kami kembali memulai city tour. Yang pertama kami kunjungi adalah tempat penjualan mutiara terbesar di beijing yang ada di areal olympic stadium. Di sini banyak di jual aneka ragam mutiara yang harganya cukup mahal. Bagi orang seperti saya yang lagi-lagi tidak tahu dan kurang suka segala macam batu-batuan,atau pernak pernik asesoris mahal,kurang berminat mendapat penjelasan apapun apalagi membeli dengan harga mahal, kecuali emas. Tetapi orang-orang china saya akui betul-betul agresif dalam menawarkan komoditi jualannya kadang bahkan terkesan memaksa, alhasil walaupun sy sudah berniat untuk tidak beli,terpaksalah beli beberapa perhiasan dari mutiara tersebut. Suka sih, cuma agak nyesel juga karena ya..cara jualannya yang memaksa itu lho.. membuat tidak nyaman.
Setelah dari olympic stadium perjalanan berlanjut ke Imperial Summer Palace. Tempat ini merupakan vila kaisar. Terdiri dari danau buatan dan istana untuk peristirahatan. Pemandangannya sangat indah, danau yang cukup luas ini, pinggirnya di hiasi pohon-pohon rindang menyejukkan mata. Suhu bulan nopember di sini menunjukkan 5 derajat celcius, saya yang sudah memakai jaket tebal, sarung tangan dan sepatu boot masih kedinginan. Tangan dan kaki saya serasa beku..bbrrrr...
Dari imperial summer palace kita melanjutkan dengan makan siang di restoran halal. Sekali lagi harus berhati2 ketika makan di beijing. Negeri tirai bambu ini mayoritas penduduknya bukan muslim, jadi kehalalan makanan bukan merupakan hal penting buat mereka. Kadang kita pengen ngrasain gulali atau makanan yang di jual pedagang gerobakan di pinggir jalan, tapi lagi-lagi kami tidak berani membeli, walaupun ada beberapa pedagang yang menawarkan kalau makanannya halal, tetapi tour guide kami tidak rekomendasi,jadi ya,..tetep tidak berani beli.
Setelah makan siang, perjalanan akan berlanjut ke china silk, kami tidak sholat dhuhur dulu,karena sudah berniat untuk jama ta'khir di masjid bersejarah lainnya saat sholat ashar sore nanti. China silk adalah pabrik pembuatan sutra terbaik di beijing. China sangat terkenal dengan produksi sutranya, itulah mengapa sejak zaman Rasulullah banyak kafilah-kafilah dagang dari arab datang ke china, selain ingin mendakwahkan Islam juga untuk membeli sutra.
Di sini saya membeli beberapa potong syal sutra yang harganya cukup murah, lumayan buat oleh-oleh keluarga.
Dari china silk segera menuju ke masjid "Ma dian" utk sholat jama ta'khir ashar dan dhuhur. Masjid Ma dian ini sudah berumur 400 th lebih. Bangunan khas dengan ornamen tiongkok mendominasi dan masih terjaga keasliannya.Imam masjid, dan beberapa pengurus masjid madian menyambut kami dengan ramah, berjabat tangan dan memberi salam dengan sepenuh hati, betul-betul merasakan bahwa ini adalah saudara seaqidah saya, saya mencintai mereka dan merekapun merasakan rasa cinta itu. Alhamdulillah..indahnya Ukhuwah.
Setelah sholat kami memanjakan diri lagi dengan shopping2 di silk and pearl market. Berada di pasar ini harus pintar menawar, kalau tidak di pastikan kemahalan, tetapi kalau pinter menawar maka kita akan mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Dari proses tawar menawar yang sebenarnya saya kurang suka, saya mendapatkan replika pesawat cathay pacific untuk anak saya, dan sweater dengan harga yg ok..Alhamdulillah.
Selesai belanja, kami mengakhiri perjalanan hari ini dengan makan malam. Dan kembali ke hotel untuk istirahat.
Setelah dari olympic stadium perjalanan berlanjut ke Imperial Summer Palace. Tempat ini merupakan vila kaisar. Terdiri dari danau buatan dan istana untuk peristirahatan. Pemandangannya sangat indah, danau yang cukup luas ini, pinggirnya di hiasi pohon-pohon rindang menyejukkan mata. Suhu bulan nopember di sini menunjukkan 5 derajat celcius, saya yang sudah memakai jaket tebal, sarung tangan dan sepatu boot masih kedinginan. Tangan dan kaki saya serasa beku..bbrrrr...
Dari imperial summer palace kita melanjutkan dengan makan siang di restoran halal. Sekali lagi harus berhati2 ketika makan di beijing. Negeri tirai bambu ini mayoritas penduduknya bukan muslim, jadi kehalalan makanan bukan merupakan hal penting buat mereka. Kadang kita pengen ngrasain gulali atau makanan yang di jual pedagang gerobakan di pinggir jalan, tapi lagi-lagi kami tidak berani membeli, walaupun ada beberapa pedagang yang menawarkan kalau makanannya halal, tetapi tour guide kami tidak rekomendasi,jadi ya,..tetep tidak berani beli.
Setelah makan siang, perjalanan akan berlanjut ke china silk, kami tidak sholat dhuhur dulu,karena sudah berniat untuk jama ta'khir di masjid bersejarah lainnya saat sholat ashar sore nanti. China silk adalah pabrik pembuatan sutra terbaik di beijing. China sangat terkenal dengan produksi sutranya, itulah mengapa sejak zaman Rasulullah banyak kafilah-kafilah dagang dari arab datang ke china, selain ingin mendakwahkan Islam juga untuk membeli sutra.
Di sini saya membeli beberapa potong syal sutra yang harganya cukup murah, lumayan buat oleh-oleh keluarga.
Dari china silk segera menuju ke masjid "Ma dian" utk sholat jama ta'khir ashar dan dhuhur. Masjid Ma dian ini sudah berumur 400 th lebih. Bangunan khas dengan ornamen tiongkok mendominasi dan masih terjaga keasliannya.Imam masjid, dan beberapa pengurus masjid madian menyambut kami dengan ramah, berjabat tangan dan memberi salam dengan sepenuh hati, betul-betul merasakan bahwa ini adalah saudara seaqidah saya, saya mencintai mereka dan merekapun merasakan rasa cinta itu. Alhamdulillah..indahnya Ukhuwah.
Setelah sholat kami memanjakan diri lagi dengan shopping2 di silk and pearl market. Berada di pasar ini harus pintar menawar, kalau tidak di pastikan kemahalan, tetapi kalau pinter menawar maka kita akan mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Dari proses tawar menawar yang sebenarnya saya kurang suka, saya mendapatkan replika pesawat cathay pacific untuk anak saya, dan sweater dengan harga yg ok..Alhamdulillah.
Selesai belanja, kami mengakhiri perjalanan hari ini dengan makan malam. Dan kembali ke hotel untuk istirahat.
HARI KE 5 BEIJING-TIANJIN-BEIJING.
Pagi ini sudah hari ke 5 kami berada di Beijing,saya sudah rindu dengan sambel trasi, tempe goreng seperti menu yang biasa saya nikmati di rumah. Menu makanan ala hotel dan restoran serasa sudah eneg..alhasil hari-hari itu saya hanya konsumsi beberapa sayur, buah dan jus buah. Daging, ayam sudah jauh dari selera saya.
Setelah sarapan pagi kami akan melakukan perjalanan ke Tianjin. Sebelum ke Tianjin kami akan mampir dulu ke Tea house, Tea house adalah tempat kaisar menghabiskan hari-harinya ketika sedang berpuasa. Kaisar berpuasa tidak makan daging dan jauh dari permaisuri dan selir2nya, di sini kami sempat mencicipi beberapa macam teh, seperti white tea, oolong tea dan teh phu-er, puas menikmati teh, perjalanan di lanjutkan kembali yaitu ke tianjin. Jarak Beijing-Tianjin 150 km, dengan bus di tempuh kira-kira 2,5 jam. Alhamdulillah cuaca hari ini tidak sedingin kemarin yang berkabut. Melihat Tianjin dari dekat, sama dengan Beijing, kotanya rapi, bersih,teratur walaupun ada sedikit kemacetan di beberapa titik kota. Bagi saya yg tinggal di jakarta, kemacetan seperti ini belum ada apa-apanya,karena jakarta lebih parah lagi.
Tujuan pertama yang kami kunjungi adalah, food street. Di sini adalah pusat penjualan oleh2 khas tiongkok. Kami membeli beberapa oleh2 khas, yang kalau di pikir di indonesiapun ada yang mirip walaupun dengan nama berbeda. Tentunya kami membeli di toko yang sudah jelas kehalalannya. Alhamdulillah guide kami mr Michael memang jago untuk menunjukkan kemana,dan dimana kami harus membeli oleh-oleh halal.
Selesai belanja, kami makan siang di restoran halal food di sekitar food street, kemudian di lanjutkan ke culture street. Menyusuri culture street serasa berjalan di kawasan china kuno, bangunan-bangunan khas tiongkok berderet sepanjang jalan,barang-barang yang di jual di toko2 sepanjang jalan juga barang khas tiongkok. Ada baju-baju kekaisaran dan permaisurinya, baju-baju pendekar kungfu,aneka mainan khas produk kota tian jin,keramik,batu jade,serta makanan sejenis gulali. Penduduknya juga ramah-ramah terbukti banyak dari mereka yang menyapa kami dan bertanya dari mana. Perlu di ketahui orang-orang china jarang yang bisa bahasa inggris. Jadi biasanya kalau belanja, untuk tawar menawar sama seperti di arab, kami mengandalkan jasa baik kalkulator. Alhamdulillah walaupun ada kendala bahasa, komunikasi tetap berjalan lancar.
Selesai memuaskan diri di tianjin kami harus segera kembali ke beijing, kali ini ada yg istimewa. Kalau berangkat ke tianjin tadi pagi kami naik bus, pulangnya kami mencoba merasakan bullet train.
Bullet train adalah kereta peluru sejenis shinkansen di jepang.
Dia adalah kereta cepat yang bisa menempuh jarak 350 km/jam. Bullet train ini menggunakan teknologi magnet, jadi ketika kereta berjalan dengan kecepatan tinggi, dia akan melayang di atas rel,alhasil sama sekali tidak ada guncangan,haluuus, dan wuuzz..wuuuzzz...gak krasa kalau lagi naik kereta. Kamipun pergi ke stasiun bullet train tianjin, setelah membeli karcis seharga 55 yuan,(kalau di rupiahkan 110 ribu rupiah), kami menunggu keberangkatan kereta. Memasuki bullet train aroma kenyamanan segera tercium,.keretanya bersih,kinclong, tidak ada tanda-tanda coretan atau apapun,lantainya bersih tidak ada sampah, atau bungkus permen yang berserakan,tempat duduknya empuk, nyaman dan terlihat sangat terawat. Tepat seperti jadwal yang di janjikan,keretapun berangkat. Rasanya senang banget bisa ngrasain kereta cepat ini. Dan benar saja,tepat setengah jam kereta sampai di Beijing. Perjalanan Tian jin- Beijing,yang jaraknya 150 km di mana kalau naik bus di tempuh dalam waktu 2,5 jam kali ini naik bullet train jarak segitu hanya di tempuh dalam waktu setengah jam saja.
Setelah sampai di beijing,hari sudah gelap. Perutpun lapar minta di isi. Kita makan di restoran padang yg ada di beijing..rasanya cukup istimewa buat kami yang kelaparan karena suhu udara dingin. Nasinya pulen, legit banget. Dan yang bikin semangat makan ada rasa pedesnya itu lho..soalnya beberapa hari di Beijing gak pernah ketemu sama sambel.
Setelah selesai makan kita kembali ke hotel untuk istirahat dan packing2,karena esok hari sudah harus check out dan ke bandara untuk pulang ke Indonesia.
Pagi ini sudah hari ke 5 kami berada di Beijing,saya sudah rindu dengan sambel trasi, tempe goreng seperti menu yang biasa saya nikmati di rumah. Menu makanan ala hotel dan restoran serasa sudah eneg..alhasil hari-hari itu saya hanya konsumsi beberapa sayur, buah dan jus buah. Daging, ayam sudah jauh dari selera saya.
Setelah sarapan pagi kami akan melakukan perjalanan ke Tianjin. Sebelum ke Tianjin kami akan mampir dulu ke Tea house, Tea house adalah tempat kaisar menghabiskan hari-harinya ketika sedang berpuasa. Kaisar berpuasa tidak makan daging dan jauh dari permaisuri dan selir2nya, di sini kami sempat mencicipi beberapa macam teh, seperti white tea, oolong tea dan teh phu-er, puas menikmati teh, perjalanan di lanjutkan kembali yaitu ke tianjin. Jarak Beijing-Tianjin 150 km, dengan bus di tempuh kira-kira 2,5 jam. Alhamdulillah cuaca hari ini tidak sedingin kemarin yang berkabut. Melihat Tianjin dari dekat, sama dengan Beijing, kotanya rapi, bersih,teratur walaupun ada sedikit kemacetan di beberapa titik kota. Bagi saya yg tinggal di jakarta, kemacetan seperti ini belum ada apa-apanya,karena jakarta lebih parah lagi.
Tujuan pertama yang kami kunjungi adalah, food street. Di sini adalah pusat penjualan oleh2 khas tiongkok. Kami membeli beberapa oleh2 khas, yang kalau di pikir di indonesiapun ada yang mirip walaupun dengan nama berbeda. Tentunya kami membeli di toko yang sudah jelas kehalalannya. Alhamdulillah guide kami mr Michael memang jago untuk menunjukkan kemana,dan dimana kami harus membeli oleh-oleh halal.
Selesai belanja, kami makan siang di restoran halal food di sekitar food street, kemudian di lanjutkan ke culture street. Menyusuri culture street serasa berjalan di kawasan china kuno, bangunan-bangunan khas tiongkok berderet sepanjang jalan,barang-barang yang di jual di toko2 sepanjang jalan juga barang khas tiongkok. Ada baju-baju kekaisaran dan permaisurinya, baju-baju pendekar kungfu,aneka mainan khas produk kota tian jin,keramik,batu jade,serta makanan sejenis gulali. Penduduknya juga ramah-ramah terbukti banyak dari mereka yang menyapa kami dan bertanya dari mana. Perlu di ketahui orang-orang china jarang yang bisa bahasa inggris. Jadi biasanya kalau belanja, untuk tawar menawar sama seperti di arab, kami mengandalkan jasa baik kalkulator. Alhamdulillah walaupun ada kendala bahasa, komunikasi tetap berjalan lancar.
Selesai memuaskan diri di tianjin kami harus segera kembali ke beijing, kali ini ada yg istimewa. Kalau berangkat ke tianjin tadi pagi kami naik bus, pulangnya kami mencoba merasakan bullet train.
Bullet train adalah kereta peluru sejenis shinkansen di jepang.
Dia adalah kereta cepat yang bisa menempuh jarak 350 km/jam. Bullet train ini menggunakan teknologi magnet, jadi ketika kereta berjalan dengan kecepatan tinggi, dia akan melayang di atas rel,alhasil sama sekali tidak ada guncangan,haluuus, dan wuuzz..wuuuzzz...gak krasa kalau lagi naik kereta. Kamipun pergi ke stasiun bullet train tianjin, setelah membeli karcis seharga 55 yuan,(kalau di rupiahkan 110 ribu rupiah), kami menunggu keberangkatan kereta. Memasuki bullet train aroma kenyamanan segera tercium,.keretanya bersih,kinclong, tidak ada tanda-tanda coretan atau apapun,lantainya bersih tidak ada sampah, atau bungkus permen yang berserakan,tempat duduknya empuk, nyaman dan terlihat sangat terawat. Tepat seperti jadwal yang di janjikan,keretapun berangkat. Rasanya senang banget bisa ngrasain kereta cepat ini. Dan benar saja,tepat setengah jam kereta sampai di Beijing. Perjalanan Tian jin- Beijing,yang jaraknya 150 km di mana kalau naik bus di tempuh dalam waktu 2,5 jam kali ini naik bullet train jarak segitu hanya di tempuh dalam waktu setengah jam saja.
Setelah sampai di beijing,hari sudah gelap. Perutpun lapar minta di isi. Kita makan di restoran padang yg ada di beijing..rasanya cukup istimewa buat kami yang kelaparan karena suhu udara dingin. Nasinya pulen, legit banget. Dan yang bikin semangat makan ada rasa pedesnya itu lho..soalnya beberapa hari di Beijing gak pernah ketemu sama sambel.
Setelah selesai makan kita kembali ke hotel untuk istirahat dan packing2,karena esok hari sudah harus check out dan ke bandara untuk pulang ke Indonesia.
HARI KE 6 BEIJING-HONGKONG-JAKARTA
Pesawat cathay pacific siap membawa kami terbang menyusuri awan putih di angkasa kembali ke Indonesia selama kurang lebih 8 jam. Kembali beraktifitas,dan bekerja cari nafkah, supaya bisa nabung buat jalan-jalan lagi ke negeri lainnya yang terhampar di bumi Allah yang luas ini untuk bersyukur dan menikmati indahnya dunia ciptaan Allah....Aamiin Ya Robb.....
Pesawat cathay pacific siap membawa kami terbang menyusuri awan putih di angkasa kembali ke Indonesia selama kurang lebih 8 jam. Kembali beraktifitas,dan bekerja cari nafkah, supaya bisa nabung buat jalan-jalan lagi ke negeri lainnya yang terhampar di bumi Allah yang luas ini untuk bersyukur dan menikmati indahnya dunia ciptaan Allah....Aamiin Ya Robb.....